Cara Membuktikan Token Itu Tidak Bisa Dijual
Harga naik bukan bukti token bisa dijual. Gue susun pemeriksaan kontrak, simulasi sell, transfer restriction, tax, blacklist, dan error trace untuk menemukan honeypot.
0xNN · · 8 min read
Harga naik bukan bukti token bisa dijual
Salah satu jebakan paling umum di token baru adalah melihat chart hijau lalu menganggap semuanya normal. Buy berhasil. Harga naik. Tetapi ketika holder mencoba sell, transaksi revert, tax menjadi tidak masuk akal, atau hanya wallet tertentu yang boleh transfer.
Itulah pola yang sering disebut honeypot. Tapi label itu bukan hasil analisis otomatis yang sempurna. Yang perlu dibuktikan adalah: jalur transfer dari holder ke pool benar-benar bisa berjalan dalam kondisi yang sama?
---
Pemeriksaan pertama: baca jalur transfer
Pada ERC-20, fungsi publik transfer dan transferFrom biasanya berakhir di logic internal seperti _transfer. Di sana cari:
• pengecekan tradingEnabled;
• blacklist atau denylist;
• batas maxTx dan maxWallet;
• daftar address yang dikecualikan;
• perbedaan buy dan sell berdasarkan pair;
• fee yang diubah oleh owner;
• kondisi khusus untuk contract address.
Jangan hanya mencari kata honeypot. Contract berbahaya tidak perlu memakai nama yang jelas.
---
Buy dan sell bisa punya aturan berbeda
Transfer menuju liquidity pair sering dikenali sebagai sell. Contract bisa memberi fee normal saat buy tetapi fee sangat tinggi saat sell. Ada juga yang mengizinkan sell untuk address tertentu saja.
Simulasi perlu memakai jumlah, pair, dan kondisi yang realistis. Sell kecil bisa berhasil sementara sell yang lebih besar gagal karena maxTx, gas, atau balance setelah fee.
Hasil simulasi juga bukan jaminan masa depan. Owner bisa mengubah parameter setelah lo melakukan pemeriksaan, apalagi jika contract upgradeable.
---
Bukti yang perlu disimpan
Kalau gue menulis laporan, gue simpan:
1. chain dan contract address;
2. block atau timestamp pemeriksaan;
3. source verification status;
4. pair dan router yang dipakai;
5. input amount dan slippage;
6. transaction simulation result atau revert reason;
7. tax yang terukur;
8. owner dan role yang bisa mengubah aturan.
Tanpa konteks itu, kalimat “bisa dijual” terlalu mudah disalahpahami.
---
Batasan yang harus jujur
Scanner tidak selalu bisa memahami router custom, proxy, whitelist, anti-bot sementara, atau kondisi block tertentu. “Tidak menemukan honeypot” bukan “token aman”. “Sell gagal” juga perlu dibedakan antara bug kontrak, slippage, liquidity tipis, dan simulasi yang salah.
Kesimpulan gue: uji sell adalah bukti penting, tetapi tetap snapshot. Untuk keputusan bernilai besar, baca source, periksa permission, simulasikan beberapa ukuran, dan jangan percaya satu skor dari satu situs.
---
Sumber
• Ethereum: ERC-20 Token Standard
• Ethereum: Smart contract security
• OWASP Smart Contract Security Weakness Enumeration
*Ditulis setelah melihat terlalu banyak chart hijau yang ternyata cuma satu arah.*